Sabtu, 16 Juni 2012

@WM Lamongan ...


'makan dimana nih ???' tanyamu padaku setelah sore itu kita lelah berputar mengelilingi kota .

'terserah, aku belum begitu lapar.' jawabku yang masih merasa kenyang, karena terlalu banyak minum dari minuman yang kau beli tadi.

'aku pengen sate, kemana yaa yang enak ??' tanyamu lagi sambil terus menembus dingin dan padatnya jalanan petang itu

'aku kurang tahu dimana sate enak disini, alun-alun mungkin..' jawabku berspekulasi.

'Mmm...kita coba' lanjutmu terus memacu gas sepeda motormu, sepeda motor tua penuh kenangan.Ingin sekali ku memelukmu dari belakang, melindungi tulangku ketika dingin mulai menusuk, tapi ku urungkan niatku itu.

Iyaa, sore itu adalah sore terakhir untukku dan untukkmu tentunya, karena besok pagi kamu sudah harus kembali ke pekerjaanmu, dan akupun harus kembali ke sekolahku. Dan kita akan kembali bertemu dalam waktu yang cukup lama, setahun lagi mungkin, itupun jika Tuhan mengijinkan kita untuk bertemu.

Aku adalah seorang pelajar, dan bukan di kota kelahiranku aku menuntut ilmu. Butuh 6 jam untuk sampai di kotaku tempat menuntut ilmu. Ini membuatku merasa bahwa waktu yang hanya tiga hari bersamamu adalah hari yang amat sangat berarti.

Dan kamu adalah laki-laki yang 5 tahun lebih dewasa dariku. Sedang mengumpulkan uang untuk menikah katamu. Dan bukan di kota kelahiranmu juga kamu mengais rejeki. Butuh waktu berjam - jam untuk sampai di kota itu. Dan butuh waktu setahun lagi untuk bisa bertemu denganku tentunya.

Karena tak kunjung menemui warung sate yang kau inginkan, akhirnya kau menghentikan laju kendaraanmu di depan warung makan yang menyediakan berbagai unggas bakar.

'pesan apa ??' tanyamu padaku ketika sampai di warung makan.

'bebek bakar...' jawabku. Meski tak lapar, tapi tetap aku memesan untuk menemanimu makan.

Aku tahu, kamu adalah orang yang tak boleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan berkolestrol. Aku ingat betul waktu itu, sudah ku coba untuk mengingatkanmu, tapi seperti biasa, dengan dalih 'sedikit kok...' kau mengabaikan peringatanku. Dan seperti biasa, aku hanya bisa diam dan menuruti maumu .

'aku capek hari ini ...' keluhku padamu, hal yang mungkin hampir tiap hari kau dengar dariku ketika malam hari kau menelpon untuk sekedar menanyakan kabar hari itu.

'capek jalan-jalan terus sih...' balasmu meledekku seperti biasa.

'pijit donk, tanganmu kan empuk...hehehe' pintaku sambil menarik tanganmu meletakkan di kakiku.

'kamu kurusan yaa sekarang...'sambil terus memijat kakiku.

'hehehe...massa ???capek mungkin yaa, capek mikirin kamu' jawabku setengah bercanda.

'halaaah...aku udah gede, nggak usah kamu pikirin...' jawabmu seperti biasa, ketika aku mulai menggombalimu.

aku anak manja katamu, bahkan tak hanya sekali dua kali kau mengatakanku anak manja. Tapi, memang benar, mungkin karena aku bungsu, membuatku lebih manja darimu, dan aku merasa nyaman bersamamu yang ku nilai dewasa.

'jangan manja-manja terus, kamu mesti jadi wanita mandiri, besok kalo udah kerja nggak kepake tuh manja...' wejangmu tiba-tiba.

'iya...' jawabku pasrah.

Makanan yang kau pesan datang, dan sejenak kau menghentikan memijat kakiku.

'ayoo buruan makan, nanti kita pulang kemaleman, nggak enak sama ibu..' ajakmu.

'iya...' jawabku.

Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan bebek goreng pesananmu, meski awalnya aku tak lapar, ternyata habis juga satu porsi bebek goreng dengan setengah porsi nasi. Enak rupanya makan denganmu di warung kaki lima dengan penerangan bola lampu orange.

Selesai makan kita tak langsung pulang, kau mengajakku bercerita tentang bagaimana kita harus bertahan hidup dan bagaimana rasanya bekerja. Banyak pengalaman yang kau bagi, tentang hidupmu di perantauan. Dan aku hanya menjadi pendengar setiamu.

Waktu sudah cukup malam menurutku, dan aku tak mau berlama-lama di luar, karena pasti ibu akan segera menyuruhku pulang.

'ayoo..pulang...' ajakku ketika kau selesai menceritakan tentang tak enaknya kerja.

'Mm...ayoo, udah malem juga' jawabmu sambil mengangkat gelas teh untuk kau minum.

Kau kembali mengajakku menembus padat dan dinginnya jalanan malam itu. Dan aku adalah orang yang amat menikmati perjalanan malam itu, yang mungkin tak akan ku dapati di malam lain. Setengah perjalan menuju rumahku, gerimis ikut menemani perjalanan kita. Kunikmati setiap rintik gerimis yang turun membasahi jaketmu. Rasanya aku tak ingin menyudahi perjalanan malam itu, biarlah terus seperti ini, menyusuri dingin dan padatnya malam ditemani gerimis.

Ketika sampai dirumah, kau hanya mampir sebentar, setelah pamit dengan orangtuaku, aku mengantarmu sampai depan.

'aku balik kerja yaa...' pamitmu padaku masih berdiri dihadapanku.

'iyaa, hati-hati yaa dijalan, sampe ketemu tahun depan..' jawabku, padahal ingin sekali aku mengatakan 'pulanglah 2 hari lagi, aku masih terlampaui rindu denganmu', tapi aku sadar, kita harus mengejar mimpi bersama kita dengan jalan yang berbeda. Ingin kuteteskan air mata setiap kali kau pamit untuk kembali bekerja padaku, sungguh !!saat-saat seperti ini yang tak aku suka.

Kau melangkahkan kakimu ke sepeda motormu, dan mulai menyalakan mesin motormu. Ingin sekali kuteriakkan agar kau menunda kepulanganmu keperantauan, tapi ku coba tahan teriakku itu yang sudah sampai di batang tenggorok.

'aku pulang yaa...' teriakmu sambil menarik tuas gas motormu.

'iyaa...hati2...' teriakku tak kalah keras memecah heningnya malam di rumahku.

Dan malam itupun akhirnya berakhir, sungguh hari yang tak bisa ku lupakan sampai hari ini. Terimakasih untuk bebek bakarnya, semoga kita masih bisa menikmati bebek bakar yang sama di tahun-tahun berikutnya, mengulang lagi malam yang amat sangat menyenangkan.

Oiaa,,, WM Lamongan pindah lhoo, tapi aku tahu kok pindah ke sebelah mana...hehehe

untukmu 020911

-salam-

Senin, 04 Juni 2012

rindu ini [masih] untukmu...


i miss u so bad :(


Apa yang ingin ku tuliskan malam ini, judul sudah cukup jelas menggambarkan isi dari tulisan yang hendak ku tulis. Aku merindukanmu. Apa kabarmu hari ini ?Masihkah kamu 'sehat' ?Masihkah kamu sering mengeluh sakit ?Masihkah kamu suka bercerita tentang apa yang terjadi hari ini ?Masihkah kau mengingatku sebagai salah satu yang pernah bersamamu ?Apakah kini kau telah berdua ?

Aku merindukanmu malam ini, sungguh. Entahlah, ketika semangat serasa turun dengan cepatnya, satu hal yang ku inginkan adalah mendengar suaramu memberikan semangat padaku seperti biasa,. Meski mungkin itu menurutmu biasa, tapi itu sangat bermakna bagiku. Hal itu dapat menjadi suntikan semangat untukku.

Semoga aku tak lupa bagaimana renyahnya suaramu ketika tertawa, karena sudah terlalu lama aku tak mendengar renyah itu.Tak banyak yang bisa ku katakan disini. Aku hanya ingin kau tahu, bahwa aku masih diam - diam merindukanmu, meski kini tak pernah terucap seperti dulu.

untukmu, kakakku :)


-salam-

Minggu, 03 Juni 2012

setengah perjalanan rindu ke jogja...


Aku lupa kapan waktu itu tepatnya aku dibuat galau oleh jogja. Bukan karena sesuatu genting terjadi disana, tapi karena lebih orang yang kusayangi sedang ada disana. Dan itu adalah hal yang amat sangat menggembirakan, meski butuh 3 jam untuk sampai di kota pelajar, tapi bukan hal yang sulit untukku, yang lebih adalah ijin yang harus ku sampaikan pada ibuku, karena tak mungkin aku pergi kesana tanpa seijin orangtuaku, ibuku khususnya.

Ku putar otak, bahkan sampai kuperas semua kemampuuan yang masih mungkin ku peras dari otakku, tapi tak kunjung ku temui ide apapun, meski mungkin saat aku mengutarakan alasan sesungguhnya ibuku akan lebih legowo untuk mengijinkan, tapi itu sepertinya tidak mungkin. Ku ambil hapeku dimeja, dan mulai ku cari salah satu nomer hape yang ada di phonebookku. Yaa..Nia, dia adalah salah satu sahabatku sejak dari SMA, yang kini sedang kuliah dijogja. Tanpa harus aku bercerita panjang, Nia tahu betul apa yang ingin ku ceritakan kepadanya, yaa, sebelas duabelas dengan dukun yang mampu mengetahui isi hati seseorang sebelum orang tersebut mengungkapkan. Hehehe, mungkin bukan karena Nia sakti, tapi karena dia sudah hafal betul dengan semua ceritaku :D.

Aha !!!inilah sahabat, slalu membantu menyelesaikan masalah yang mungkin tidak dapat kita selesaikan sendiri. Akhirnya ku dapatkan ide bagaimana ijin kepada ibuku, dan alasan ku ke jogja agar tidak terlalu tertebak bahwa aku ingin bertemu denganmu saat itu. Yaa !!!sudah bukan barang rahasia, kalau wanita itu amat sangat memiliki gengsi tinggi. Karena belum juga kau menunjukkan tanda - tanda ingin berjumpa denganku, padahal saat itu aku menunggumu untuk sekedar mengatakan bahwa kau juga ingin bertemu denganku.

--pesan siang yang kau kirim--

from : aya
'aku sudah dijogja ayy..'

rep : Alhamdulillah, oke !met kerja..

from : aya
'oke'



Huh !!begitulah setiap kali kau mengirimkan pesan singkat padaku, entah sadar atau tidak, pesan singkatmu teramat singkat bagi seseorang dengan predikat 'Long Distance Relationship'. Bahkan sampai sore kau tak kunjung mengirimkan pesan lagi untukku, malah kau sibuk posting di jejaring sosialmu.Sampai malam tiba dan benar - benar membuatku galau, karena tak kunjung kau menelfonku bahkan mengirimkan pesan untukkupun tidak.

Sampai akhirnya aku dan Nia menemukan ide untuk memancingmu, agar kau mengatakan hal yang ku inginkan. Sedikit kebohongan, dengan harapan dapat membuahkan hasil. Setelah ku peroleh ijin dari ibuku. Kumulai dengan alasan tugas kuliah, setelah panjang lembar aku mengemukakan pendapat, tak kunjung ku dapatkan jawaban yang ku inginkan. Malah aku tercengang membaca pesan singkat darimu.

from : aya
'hahaha, aku tahu, kamu cuma pengen ketemu aku kan, tapi kamu nggak punya alasan yang tepat, jadi pake acara tugas kuliah di jogja'

Aku hanya diam, dan akhirnya ku putuskan untuk pergi tidur, karena sudah tak ada kata yang bisa ku jadikan alibi untuk menutupi rasa maluku, karena kau berhasil membaca maksud dan tujuanku mengirim pesan itu.

Pagi itu, akhirnya ku putuskan untuk pulang ke rumah, dan melupakan sejenak tentang keinginanku bertemu denganmu dijogja.

hari keduamu dijogja ...

from : aya
'hari ini aku free, baru ada kerjaan besok, kalau mau main hari ini aja'

rep : enggalah, nggak jadi.

Padahal sudah ku minta kau pulang sebentar, karena pulang kerumah untuk sekedar bertemu denganku tidak membutuhkan waktu lama, hanya dua jam dari jogja, tapi dengan dalih pekerjaan kau mengabaikan permintaanku.Hah !!baiklah...

hari ketigamu dijogja...

Pagi itu aku bangun dengan perasaan galau, tawaranmu untuk menemuimu dijogja sangat mengangguku. Hampir dua jam aku duduk berpikir, bagaimana sebaiknya. Akhirnya kuputuskan untuk menemuimu. Pukul 09.00 ku putuskan pergi ke jogja, belum terlalu siang pikirku, jadi sebelum petang aku bisa kembali lagi ke rumah, tanpa membuatmu ibuku curiga dan memberondongku dengan banyak pertanyaan, ketika aku sampai larut petang.

Dan yang lucu adalah, hari itu aku tak memastikan apakah kau ada waktu hari itu, karena kau orang yang sok sibuk tentang pekerjaan, itu kadang membuatku sedikit muak denganmu. Ku kirim pesan, ketika bis sudah melaju cukup jauh dari tempat aku naik tadi.

'aku jadi ke jogja, jam 1 mungkin aku sampai, kita ketemu di coffe shop tempatmu menginap'

Satu jam berlalu, belum juga kudapati notification pesan darimu. Satu setengah jam akhirnya ku dapati pesan darimu.

from : aya
'hah !!maaf ayy, hari ini aku ada kerjaan, mungkin sampai larut malam, setelah itu aku harus pulang, kenapa nggak kemarn aja ??maaf...kamu naik apa ?ati2 yaa pulangnya'

Hah !!!TERIMAKASIH kakak, batinku. Tanpa pikir panjang, aku minta untuk pak supir menghentikan bis ditempat itu juga, aku turun dengan perasaan amat sangat dongkol dan ingin terus menertawakan kebodohanku ini, dan ini tepat setengah perjalanan rinduku untukmu.

Untukmu, kakakku :)

-salam-

Sabtu, 02 Juni 2012

tak sempurna - Bondan & F2B

Pasti kalian belum pernah denger lagu Bondan yang satu ini, kabarnya lagu ini baru akan release untuk beberapa waktu kedepan, aku dapet syair ini dari adek kost yang iseng - iseng mengirimkan syair ini buatku.  Pas dibaca...hahaha, syairnya luar biasa sekali, mari kita cekidot **


**Ku kagumi kelemahanmu
  Ku cintai semua kekuranganmu
  Itu bagiku indah, kau yang tak sempurna

Saat senja datang gantikan siang
Mereka bilang kau malam tanpa bulan
Beda tak sama, kau yang tak sempurna
Bagiku kau segalanya murni estetika

Apa yang kau tanam itu yang kau petik
Apa yang kau jalani slalu beri yang terbaik
Impian tentang kau yang tak terbatas
Jauh dari sempurna tapi membekas

Silahkan jadi hakim tuk semua perkara
Keterbatasa ini tulus jalankan cinta
Terhina dalam hati, tersudut karena beda
Kau sosok tak sempurna tapi bermakna

back to **

Serupa bunga tanpa mahkota
Seperti air mineral tanpa O2
Ku telaah kembali susunan alam
Menggali artefakmu lebih mendalam

Karena satu alasan walau itu buruk
Ku cinta semua walaupun kau tak berbentuk
Aku seperti plato dalam pemahaman
Dunia indrawi bukan bentuk keindahan

Mungkin kau mngerti mungkin kau tidak
Masa lalumu seperti gading yang bisa retak
Mungkin kau sadari mungkin kau tidak
Tapi ku yakin kau tetap yang sempurna

Meski lemah kau tetap hal yang terindah
Kau yang terindah
Meski rapuh kau tetap hal yang terindah
Kau yang tak sempurna

bukan aku tak merindukanmu ...

"untukmu, kakakku tersayang :)"


Sudah hampir sebulan ini kau tak pernah menyapaku via sms, bahkan sudah hampir dua bulan kau tak menelfonku. Padahal dulu, menelfon adalah hal yang hampir tiap malam kau lakukan, setelah lelah beraktifiitas seharian selalu kau sempatkan waktumu walau hanya satu jam dalam sehari sekedar untuk mengobrol denganku, meski hanya via telfon.

Dan kini hampir dua bulan aku tak mendengar suaramu, bukan aku tak ingin mendengar suaramu, bukan juga karena aku tak ingin sekedar mengirim pesan singkat untukmu, menanyakan apakah kamu sehat ?ada apa tentang hari ini ?atau sudahkah kau makan ?hal yang sama yang ku lakukan sekitar lima bulan lalu. Tapi aku memang aku mencoba untuk menepis semua keinginan itu saat ini. 

Hal yang sudah kucoba sejak tiga bulan lalu, mencoba terbiasa tanpa pesan selamat pagi darimu, tanpa pesan 'jangan lupa makan siang', tanpa pesan 'pulang kuliah jam berapa ?', tanpa pesan 'selamat istirahat, kalau belum ngantuk sms aja' dan juga mecoba terbiasa tidak mendapat telfonmu tiap malam. Dimana sering aku tinggal tidur ketika kau menelfonku, ketika aku minta kau menceritakan tentang harimu, tapi malah aku tidur tanpa pamit. Ketika kau membacakan pesan broadcast yang baru kau dapat dan seperti biasa dengan setengah sadar aku mengatakan 'aku ngantuk..' dan sejenak kau berhenti lalu berkata 'yaudah, selamat istarahat, besok kuliah pagi kan ?'. Tanpa sedikitpun nada marah darimu, dan hampir setiap malam hal itu terulang, tapi tetap kau menganggap itu sebagai sebuah maklum.

Sungguh aku sangat merindukan saat - saat itu. Aku tak menghubungimu akhir - akhir ini memang, tapi bukan berarti aku tak merindukkanmu. Karena aku tahu, merindukanmu adalah hal yang salah, hal yang tidak seharusnya ku lakukan, bahkan kita sudah pernah membahas hal itu jauh hari sebelum akhirnya kita memutuskan untuk bersama. Tapi, logika kita kalah ketika perasaan mengusai segalanya, logika kita tak cukup berdaya untuk berpikir bahwa meneruskan kebersamaan ini adalah hal sia - sia, hal percuma yang hanya akan menyakiti satu sama lain pada akhirnya. Tapi, sekali lagi logika kita terlalu lemah untuk bisa berpikir hal demikian pada saat itu.

Dan yang aku khawatirkan pun terjadi kini, kau memutuskan untuk mengakhiri semuanya, pelan tapi pasti kau mulai jarang menghubungi, jarang menelfonku, sampai akhirnya akupun lelah berusaha untuk tetap meyakinkanmu. Saat itu bahkan sekarang masih banyak pertanyaan di otakku, apa yang selama ini kau katakan benar - benar serius ?Apa alasan yang membuatmu mengambil keputusan ini benar ?Atau kau selama ini hanya ingin 'bermain-main' denganku ?

Entah kapan semua pertanyaaku dapat terjawab, atau mungkin takkan pernah bisa kau jawab. Baik -baik kamu disana kakakku, jaga kesehatan, semoga slalu dalam lindungan Tuhan :)

-salam-

kamu, impian, yang telah jadi kenanganku ...


Entah dari mana akan ku mulai cerita ini. Terlalu banyak hal tentangmu dan terlalu panjang tentu ketika harus kutuliskan semua disini. Kamu ?kamu adalah sosok yang menyenangkan bagiku, kamu adalah penyemangatku, tanpa kamu tahu tentunya, karena aku gemar sekali menjadi secret admirer, hehehehe. Tapi, kamu juga jauh untuk ku raih sepertinya, atau hanya karena aku tak punya usaha apapun untuk meraihmu. Aku hanya bisa melihatmu dari jauh, memperhatikanmu, meski mungkin kau anggap itu semua sebagai angin lalu. Aku tak dibayar, aku melakukan itu karena diam - diam mengagumimu. Ditengah banyaknya pengagummu, aku tetap disini menunggu, walau aku tahu kaupun pasti tak pernah merasa aku tunggu, karena aku tahu kau pun sedang menunggu seseorang yang sangat kau harapkan.

Aku dan kamu dalam posisi yang sama sebetulnya, sama - sama mencintai dalam diam, berusaha menjadi sosok yang slalu ada, padahal 'dia' nya kita tak pernah tahu itu.

Dalam diam terus ku coba untuk menunggumu, menunggu semoga kau melihatku suatu saat nanti, melihatku bahwa aku tak pernah meninggalkanmu kapanpun itu, melihatku bahwa aku slalu ingin membantumu ketika suatu saat kau merasa berat memikul semua beban sendiri, melihatku menjadi sosok yang bisa dijadikan tempat untuk berbagi, meski hanya sekedar sahabat awalnya, melihatku seperti aku melihatmu dari dulu hingga saat ini.

Aku tahu masih banyak list masa depan yang ingin kau raih, dan tak ada yang bisa ku perbuat disini, aku hanya bisa berharap semoga Tuhan mendengar semua do'a dan melihat semua usahamu saat ini, sehingga semua pencapaian yang telah kau tuliskan dalam buku terget hidupmu bisa kau raih satu per satu. Aku yakin kau adalah orang yang gigih, orang yang ulet, dan orang yang tak mudah menyerah untuk mewujudkan semuanya.

Banyak hal positif yang bisa kulihat darimu, meski kadang banyak teman - temanku yang tak setuju dengan semua hal positif yang aku ungkapkan tentangmu. Tapi, memang itu yang kulihat darimu, aku jadikan itu semua motivasi, meski tak bisa jadi sepertimu, tapi paling tidak aku bisa menjadi diriku sendiri yang semakin hari semakin baik (semoga). Banyak hal positif bukan berarti aku tak tahu negatifmu, aku tahu, bahkan aku telah menyadari sejak lama, tapi entah mengapa slalu ada kata 'maklum' untuk semua hal itu. Apa ini yang dinamakan cinta buta ?entahlah, tapi sejauh ini aku masih bisa menerima semua hal yang ku anggap menjadi kekuranganmu, mungkin suatu saat nanti, hal itu bisa kulengkapi sehingga tak menjadi kekurangan lagi bagimu.

kamu, jangan pernah merasa sendiri, karena aku takkan pernah membiarkanmu sendiri dalam sepi, membeku dalam bisu, meski kau tak pernah melihatku :)

untukmu inspiratorku :)

-salam-

Jumat, 01 Juni 2012

Andai kau bukan kakakku...


Masih ingat betul aku bagaimana kita berjumpa dulu, pertemuan yang amat singkat tapi meninggalkan arti untukku. Pagi itu kau mengunjungi rumah saudaramu, dan disanalah kita bertemu. Aku yang masih asik memainkan hape tak terlalu mempedulikan kehadiranmu waktu itu, karena ku pikir, bukan denganku kau berkepentingan. Sampai akhirnya kau mengulurkan tangan mengajakku berjabat tangan. Tak ada kata perkenalan waktu, karena secara tidak langsung aku telah mengenalmu, mengenalmu sebagai salah satu dari saudaraku.

Sampai hari itu berakhir, dan tak pernah ada lagi perjumpaan setelah itu, bahkan tanpa sapaan sedikitpun, seperti halnya menanyakan kabar pada saudara.

Tujuh bulan setelah kunjungan itu, aku melihat nick mu di sebuah jejaring sosial, karena aku merasa saudaramu maka penting bagiku untuk sekedar mengirim permintaan pertemanan. Tak ada maksud apapun waktu itu, hanya sekedar ingin menyambung tali silaturahmi dengan 'saudara'. Bahkan setelah kau mengiyakan permintaan pertemananku tak ada pesan tanda terimakasih ataupun sekedar menyapa. Never mind...

Suatu saat ketika ku posting di jejaring sosial, dan kau berkomentar pada posting ku itu, disinilah semua dimulai. Makin hari, makin intensif kau menanyakan kabarku meski hanya via dunia maya, karena waktu itu nomer hape belum sama - sama kita miliki.

Setiap posting yang kurikim pasti selalu ada namamu di list komentar, awalnya aku masih menganggap biasa, kau berkomentar dan aku membalas, sama seperti yang aku lakukan pada komentar - komentar lain yang mampir dipostingku. Dan tanpa ku sadari aku juga makin intensif berkomentar pada posting yang kau kirim di jejaring sosial. Hingga suatu saat ketika dalam beberapa waktu kau tidak muncul, dan aku mulai merindukan komentar - komentarmu yang slalu kau selipkan canda di dalamnya.

Pelan tapi pasti kurasakan makin ada yang aneh ketika dalam beberapa waktu kau menghilang, dan itu membuatku sedikit merasa kehilangan. Mungkin tanpa kita sadari candaan menghinbur yang slalu kita selipkan didalam komentar kita membuat kita merindukan satu sama lain. Makin hari makin ku rasakan rindu itu, sampai puncaknya aku ingin bertemu denganmu untuk sekedar mengobrol tentang hal yang sering kita perbincangkan di dunia maya.

Senyum simpul selalu ada di sudut bibirku ketika aku membaca satu per satu posting yang ada namamu dalam posting itu. Iyaa, satu persatu dari awal komentarmu bahkan. Aku sering melakukan hal itu ketika aku merasa benar - benar merindukan saat awal kita bertegur sapa. Meski mungkin sampai saat ini kau tak pernah menyadari hal itu, bahwa aku telah lama merindukanmu.

Khayal yang makin hari makin melambung, dan ketika waktu itu datang, persis seperti yang pernah ku khayalkan, mengobrol denganmu, bercanda, dan sekedar melepas rasa rindu menumpuk yang diam - diam ku simpan untukmu. Meski tak pernah terucap saat itu. 

Kadang aku aneh dengan diriku sendiri, kenapa aku bisa begitu galau ketika kau tidak menyapaku, ketika kau tidak mengunjungiku, ketika kau tidak mengajakku pergi, dan malah kau memilih untuk pergi tanpa berkawan. Padahal saat itu aku bukan siapa - siapa, dan aku yakin kau juga hanya menganggapku sebagai saudara saat itu, karena waktu itu kau masih berdua.

Mungkin sampai saat ini kaupun tidak pernah tau, betapa dulu aku suka diam - diam menumpuk rindu untukmu. Berharap kau juga melakukan hal yang sama yang aku lakukan padamu. Tapi saat itu aku sadar betul, semua yang kulakukan hanya sebelah tangan, karena tidak mungkin kau menganggapku lebih dari sekedar saudara. Dan kau tetap saudaraku yang tersayang :)


-salam-