Jumat, 16 Maret 2012

Kisah Klasik Masa Lalu


Mungkin banyak orang yang mengganggapku bodoh. Tapi ini sudah menjadi keputusanku. Aku mengagumi seseorang yang mungkin tak pernah mengganggapku ada. Rangga adalah laki – laki yang membuatku terlihat bodoh didepan teman- temanku. Aku mengaguminya lebih dari 2 tahun, semenjak aku duduk dibangku kelas X. Tapi, tak sekalipun aku mencoba untuk mendapatkan hatinya. Aku terlalu takut, bila usahaku gagal, dan kemudian Rangga menjauhiku. Aku memang tipe orang yang periang dan berani, tapi tidak didepan Rangga ataupun saat aku menghadapi Rangga. Aku akan menjadi mumi jika didepannya. Aku bisa menjadi sahabatnya sudah menjadi kebahagiaan yang sangat besar untukku. Rangga juga yang menjadi semangatku untuk masuk IPA. Rangga yang membuat aku semangat pergi ke sekolah. Senyumnya seperti matahari pagi yang aku jumpai ditimur. Senyumnya menyinari setiap celah hatiku. Dia semangat terbesarku, setelah ibuku.
            Rangga punya tempat khusus dihatiku. Tempat yang mungkin takkan pernah terisi oleh orang lain.
“Sampe kapan mw kya gni terus….????” Tanya Prisa
“Kaya gini gmana c…….????” sambungku.
“Kamu mau nunggu sampe Rangga nyatain cintanya ke kamu,…???Jangan ngimpi deh…..!!!!!!!!!!”Lanjut Prisa
“Pengenya c gto,…pi emng gag mungkin banged deh…..!!!!” kataku kecewa.
“Kenapa gag kamu ajah c yang nyatain cinta duluan…..!!!!!!!” saran Prisa.
“Hah……..!!!!!!!!!!!!!!Biarpun aku jelek, pi aku masih punya Harga diri, meskipun jamanya emansipasi wanita, pi aku gag mau gtu lah…..” ucapku menolak.
“Nanti Rangga keburu disamber cewe lain Lho…???”ancam Prisa
“Selama cewe itu pilihan Rangga dan menurut Rangga itu terbaik buat dia…???Kenapa gag….???Asal Rangga bahagia, aku bakal coba buat ikut bahagia “ jawabku pura2 kuat dan bijak.
“Halah……….Paling nti nangis kalo Rangga jadian ma cewe lain…..”tebak Prisa.
“Biarin….air mata cinta…..He…He…He….” aku tertawa kecil
Banyak hal yang aku sukai dari Rangga, selain dia pandai, menurutku dia adalah sosok penyayang dan dewasa. Dia juga aktif dalam kegiatan Rokhis sekolah, itu yang membuatku tambah kagum denganya. Tapi, lewat kegiatan Rokhis ini juga, dia membuat aku menangis yang pertama kalinya untuk mahluk bernama laki – laki. Rangga menjadi dekat dengan Rini. Rekan kerjanya dalam kegiatan Rokhis Sekolah. Rini adalah teman sekelasku. Aku cukup dekat denganya, sejak kelas X.
Suatu hari Rini menawarkan jasanya untukku. Jasa agar aku bisa dekat dengan Rangga. Aku adalah tipe orang yang mudah percaya dengan siapapun. Aku menyambut tawaran Rini tanpa rasa curiga apapun. Dua bulan awal rencana berjalan mulus. Rini selalu memberiku informasi terbaru tentang Rangga. Tapi sebulan terakhir, Rini seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Rini diam2 menyimpan foto2 Rangga di HPnya, dan tanpa sepengetahuanku, Rini juga sering SMSn dengan Rangga. Aku takkan tau hal ini, kalo saja Ika tidak menceritakannya padaku. Rini bercerita kepada Ika, dan cerita itupun sampai ketelingaku. Aku sudah mulai curiga dengan Rini.
“ Aku yakin….Rini juga punya rasa sama Rangga…???”Tebbak Prisa
“Jangan Su’udzon gtu deh….akku percaya sama Rini, dia Cuma lagi uasaha buat ngedeketin aku ma Rangga…..” aku menyangkal
“Jangan begoLah yan,,…..kalo Cuma buat itu, masa SMSnya isinya kaya gtu…!!!!!!!!!!!!”Ika ikut nimbrung.
“Bener kata Ika, kamu msti hati2….”Prissa setuju dengan Ika
“Kemarin waktu Rini kecelakkan, pas mau ngurusin Rokhis, Rangga juga langsung panic gtu Yan….”sambung Tyhas…
“Kamu yakin yhas….????”aku memastikan
“kata Silma c gtu,….soalnya Rini pas bareng ma Silma….”Tyhas menambah kuat kata2nya.
“Aku bilang apa yan….????Mereka pasti ada apa2…….”kata Prisa.
“Aku belum yakin, kalo aku belum liat sendiri mereka sedang berdua “jawabku.
“Emang kurang jelas pa lagi c yan….????” Kata Irma.
“kalo ada pa2 pasti Rini ngomong ma aku, aku udah sempat bilang itu “ kataku
“Kamu yakin dia bisa dipercaya ……?????”jawab Prissa
Aku harus belajar untuk mempercayai kata2 sahabatku. Ternyata apa yang dikatakan, Ika, Irma, Tyas, dan Prissa benar. Diam2, Rini juga menyukai Rangga, begitu juga dengan Rangga. Hari Rabu tanggal 18 Oktober 2007, aku mendapat SMS dari Rini. Saat aku membaca SMS itu, detak jantungku seakan berhenti. Tuubuhku terasa dingin, dan mataku meneteskan air mata.
“...Sbelumnya maaf bgt y Yan,,, ini smwa bkn kmauanQ. Kmrn sore Rangga ke rumah. Rencna Qta mw bhas soal  Rokhis. Tp tyt sbelum pulang, dy nyatain suka ma aq. Aq g bisa bhongin prsaanQ klo aq g suka sma dy. Krna slma ini kmi sring bareng2 n itu bkin aq pnya prsaan yg lain ma rangga...”
“Cukup…………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!Aku pasti mimpi……….!!!!!!!!!!!!!!Siapapun tolong, bangunkan aku…………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku dalam hati. Tapi ini kenyataan yang mesti aku hadapi, kenyaatan pahit yang sudah digariskan menjdai jalan hidupku. Aku sangat yakin, Rangga adalah laki – laki pertama yang membuatku menangis hingga pelupuk mataku membengkak. Ibuku mencoba menghiburku, dengan nasehat2nya. Aku masih meneteskan air mata. Kakaku dengan bangga menertawakanku nasibku yang sangat malang.
Pagi harinya aku langsung bercerita kepada teman2ku. Aku tidak bermaksud membuat image Rini jelek dimata temen2, tapi aku ingin sekali mengurangi bebanku dengan bercerita kepada yang lain. Saat itulah aku mengetahui makna persahabatan. Dengan susah payah mereka menghiburku, berusaha membuatku  tersenyum kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar