Mungkin
banyak orang yang mengganggapku bodoh. Tapi ini sudah menjadi keputusanku. Aku mengagumi
seseorang yang mungkin tak pernah mengganggapku ada. Rangga adalah laki – laki
yang membuatku terlihat bodoh didepan teman- temanku. Aku mengaguminya lebih
dari 2 tahun, semenjak aku duduk dibangku kelas X. Tapi, tak sekalipun aku
mencoba untuk mendapatkan hatinya. Aku terlalu takut, bila usahaku gagal, dan
kemudian Rangga menjauhiku. Aku memang tipe orang yang periang dan berani, tapi
tidak didepan Rangga ataupun saat aku menghadapi Rangga. Aku akan menjadi mumi
jika didepannya. Aku bisa menjadi sahabatnya sudah menjadi kebahagiaan yang
sangat besar untukku. Rangga juga yang menjadi semangatku untuk masuk IPA.
Rangga yang membuat aku semangat pergi ke sekolah. Senyumnya seperti matahari
pagi yang aku jumpai ditimur. Senyumnya menyinari setiap celah hatiku. Dia
semangat terbesarku, setelah ibuku.
Rangga punya tempat khusus dihatiku.
Tempat yang mungkin takkan pernah terisi oleh orang lain.
“Sampe
kapan mw kya gni terus….????” Tanya Prisa
“Kaya
gini gmana c…….????” sambungku.
“Kamu
mau nunggu sampe Rangga nyatain cintanya ke kamu,…???Jangan ngimpi
deh…..!!!!!!!!!!”Lanjut Prisa
“Pengenya
c gto,…pi emng gag mungkin banged deh…..!!!!” kataku kecewa.
“Kenapa
gag kamu ajah c yang nyatain cinta duluan…..!!!!!!!” saran Prisa.
“Hah……..!!!!!!!!!!!!!!Biarpun
aku jelek, pi aku masih punya Harga diri, meskipun jamanya emansipasi wanita,
pi aku gag mau gtu lah…..” ucapku menolak.
“Nanti
Rangga keburu disamber cewe lain Lho…???”ancam Prisa
“Selama
cewe itu pilihan Rangga dan menurut Rangga itu terbaik buat dia…???Kenapa
gag….???Asal Rangga bahagia, aku bakal coba buat ikut bahagia “ jawabku pura2
kuat dan bijak.
“Halah……….Paling
nti nangis kalo Rangga jadian ma cewe lain…..”tebak Prisa.
“Biarin….air
mata cinta…..He…He…He….” aku tertawa kecil
Banyak
hal yang aku sukai dari Rangga, selain dia pandai, menurutku dia adalah sosok
penyayang dan dewasa. Dia juga aktif dalam kegiatan Rokhis sekolah, itu yang
membuatku tambah kagum denganya. Tapi, lewat kegiatan Rokhis ini juga, dia
membuat aku menangis yang pertama kalinya untuk mahluk bernama laki – laki.
Rangga menjadi dekat dengan Rini. Rekan kerjanya dalam kegiatan Rokhis Sekolah.
Rini adalah teman sekelasku. Aku cukup dekat denganya, sejak kelas X.
Suatu
hari Rini menawarkan jasanya untukku. Jasa agar aku bisa dekat dengan Rangga.
Aku adalah tipe orang yang mudah percaya dengan siapapun. Aku menyambut tawaran
Rini tanpa rasa curiga apapun. Dua bulan awal rencana berjalan mulus. Rini
selalu memberiku informasi terbaru tentang Rangga. Tapi sebulan terakhir, Rini
seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Rini diam2 menyimpan foto2 Rangga di
HPnya, dan tanpa sepengetahuanku, Rini juga sering SMSn dengan Rangga. Aku
takkan tau hal ini, kalo saja Ika tidak menceritakannya padaku. Rini bercerita
kepada Ika, dan cerita itupun sampai ketelingaku. Aku sudah mulai curiga dengan
Rini.
“
Aku yakin….Rini juga punya rasa sama Rangga…???”Tebbak Prisa
“Jangan
Su’udzon gtu deh….akku percaya sama Rini, dia Cuma lagi uasaha buat ngedeketin
aku ma Rangga…..” aku menyangkal
“Jangan
begoLah yan,,…..kalo Cuma buat itu, masa SMSnya isinya kaya
gtu…!!!!!!!!!!!!”Ika ikut nimbrung.
“Bener
kata Ika, kamu msti hati2….”Prissa setuju dengan Ika
“Kemarin
waktu Rini kecelakkan, pas mau ngurusin Rokhis, Rangga juga langsung panic gtu
Yan….”sambung Tyhas…
“Kamu
yakin yhas….????”aku memastikan
“kata
Silma c gtu,….soalnya Rini pas bareng ma Silma….”Tyhas menambah kuat kata2nya.
“Aku
bilang apa yan….????Mereka pasti ada apa2…….”kata Prisa.
“Aku
belum yakin, kalo aku belum liat sendiri mereka sedang berdua “jawabku.
“Emang
kurang jelas pa lagi c yan….????” Kata Irma.
“kalo
ada pa2 pasti Rini ngomong ma aku, aku udah sempat bilang itu “ kataku
“Kamu
yakin dia bisa dipercaya ……?????”jawab Prissa
Aku
harus belajar untuk mempercayai kata2 sahabatku. Ternyata apa yang dikatakan,
Ika, Irma, Tyas, dan Prissa benar. Diam2, Rini juga menyukai Rangga, begitu
juga dengan Rangga. Hari Rabu tanggal 18 Oktober 2007, aku mendapat SMS dari
Rini. Saat aku membaca SMS itu, detak jantungku seakan berhenti. Tuubuhku
terasa dingin, dan mataku meneteskan air mata.
“...Sbelumnya
maaf bgt y Yan,,, ini smwa bkn kmauanQ. Kmrn sore Rangga ke rumah. Rencna Qta
mw bhas soal Rokhis. Tp tyt sbelum
pulang, dy nyatain suka ma aq. Aq g bisa bhongin prsaanQ klo aq g suka sma dy.
Krna slma ini kmi sring bareng2 n itu bkin aq pnya prsaan yg lain ma rangga...”
“Cukup…………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!Aku
pasti mimpi……….!!!!!!!!!!!!!!Siapapun tolong, bangunkan
aku…………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku dalam hati. Tapi ini kenyataan yang
mesti aku hadapi, kenyaatan pahit yang sudah digariskan menjdai jalan hidupku.
Aku sangat yakin, Rangga adalah laki – laki pertama yang membuatku menangis
hingga pelupuk mataku membengkak. Ibuku mencoba menghiburku, dengan
nasehat2nya. Aku masih meneteskan air mata. Kakaku dengan bangga menertawakanku
nasibku yang sangat malang.
Pagi
harinya aku langsung bercerita kepada teman2ku. Aku tidak bermaksud membuat
image Rini jelek dimata temen2, tapi aku ingin sekali mengurangi bebanku dengan
bercerita kepada yang lain. Saat itulah aku mengetahui makna persahabatan.
Dengan susah payah mereka menghiburku, berusaha membuatku tersenyum kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar